Demo Tolak Full Days School Sumber Cirebon

Demo Tolak Full Days School Sumber Cirebon

Sebagai bentuk kekecewaan warga NU di Cirebon terhadap PERMENDIKHUB 23-2017 tentang Full Day School yang di klaim untuk membentuk karakter bangsa ini. Hari Rabu lalu (30/8) seluruh  warga nahdhiyin, siswa-siswi sekolah, santri Pondok Pesantren yang ada di cirebon berkumpul untuk melakukan aksi demo untuk menolak full day school di sumber.

Aksi demo penolakan fds ini di hadiri oleh beberapa tokoh diantaranya Ketua DPRD cirebon, SEKDA Cirebon, dan sejumlah anggota DPRD Cirebon, Ketua MUI Cirebon, tokoh NU, dan para pimpinan Pondok Pesantren tersebar di berbagai wilayah Cirebon. Namun sayangnya acara ini tak dihadiri oleh bupati cirebon.


Acara dimulai jam 9.30 setelah sambutan dari beberappa tokoh yang hadir. Demo Penolakan FDS ini sudah di laksanakan di beberapa tempat seperti  di Tegal, Indramayu, dan wilayah lainnya. Tak kurang dari 40.000 masa yang hadir dalam aksi demo di Sumber kali ini. Pondok Pesantren Kempek juga ikut berpartisipasi dalam Demo Tolak Full Days School, dengan membawa pasukan kurang lebih 1500 santri dan satriwati yang tergabung dari Pondok Pesantren Kempek dan Khas Kempek.

Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Ketua DPRD Cirebon, menyampaikan sikapnya terhadap PERMENDIKHUB 23-2017 bahwa Pemerintah Kabupaten Cirebon menolak Full Day School karena bertentangan dengan PERDA Cirebon yang berisi tentang setiap Siswa lulusan SD harus sudah hatam Juz ‘Amma, Siswa lulusan SMP hatam Al-Qur’an dan Siswa lulusan SMA hatam Al-Qur’an beserta tafsirnya.
Baca juga : Seluruh Pondok Pesantren Di Cirebon Gelar Demo Aksi Damai Tolak Full Day School
Seorang bisa mengerti huruf hijaiyyah alif, ba, ta semua itu tak luput dari madrasah diniyah dan pesantren. Kemudian lembaga yang sudah berperan dalam mengajarkan ilmu-ilmu ini akan di geser dengan system ful day school. Apa bisa?.


Acara selesai pada pukul 12.00 WIB.  Setelah acara selesai, seluruh demonstan beramai-ramai mendatangi Kantor DPRD Cirebon yang di pimpin oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten, untuk menagih ucapan Ketua DPRD cirebon tentang penolakan FDS. Dimana pihak demonstan hanya meminta selembar kertas berisikan penolakan FDS sebagai bukti bahwasanya Kabupaten Cirebon menolak Kemendikhub no 23 2017 tentang full day school. Yang nantinya SK tersebut akan di bawa ke Istana Negara untuk memperkuat bahwa Kabupaten Cirebon menolak sistem Full Day School.
درء المفاسد مقدم علي جلب المصالح
"Menolak Keerusakan Itu Lebih Di Dahulukan Dari Pada Mengambil Kemaslahatan"
Memang Full Day School  di anggap mampu untuk mendidik karakteristik bangsa. Namun, "Menolak Kerusakan Itu Lebih Di Dahulukan Dari Pada Menarik Kemaslahatan". Full Day School memiliki manfa’at yang positif namun dampaknya tak lebih kecil dari sisi negatifnya.
Seluruh Kyai-Kyai Cirebon dengan sepakat mengikrarkan terhadap penolakan Full Day School untuk menjaga kelestarian madrasah diniyah dan TPQ sebgai peninggalan ulama dahulu.

"Pada hari ini, jama'ah haji berbondong bondong menuju Arafah, sedangkan kita disini berbondong-bondong dari sekolah, pondok pesatren, dan warga NU berkumpul untuk menolak FDS, semoga langkah kita dari Pondok Pesantren Menuju tempat ini mendapatkan barokah dari Allah.
 namun kita disini berkumpul untuk menolak keras Full day School yang bisa merusak peninggalan para ulama". Tutur KH. Ni'amillah Aqil. (LA)


Post a Comment