Selamat Hari Raya Idul Adha 1438 H | Sejarah Idul Adha


idul adha kempek

Idul Adha adalah momen hari raya Islam (10 dzulhijjah) yang memberi makna akan nilai-nilai pengorbanan yang diangkat dari cerita nabi Ibrahim dan anaknya Ismail. Dalam sejarah Idul Adha atau dikenal juga dengan sebutan Hari Kurban ada 3 tokoh sentral yang berperan besar dalam proses penciptaan sejarah agung ini.

Yang pertama adalah Nabi Ibrahim. Beliau dikenal dengan sebutan Khalil allah (kekasih Allah) adalah salah Rasul ulul Azmi. Yaitu Rasul yang mendapat keistimewaan  mukjizat akan bukti kerasulannya.
Ibrahim adalah salah satu icon utama dalam sejarah umat Islam, dimulai dari pencariannya terhadap Tuhan  yang Maha Esa (monoteisme), keyakinan untuk menyembah satu Tuhan Allah, prosesi pembangunan ka’bah sampai dengan terciptanya ibadah haji dan idul adha.

Tokoh sentral yang kedua ialah  nabi Ismail yang tak lain anaknya sendri dari istri yang bernama Siti Hajar. Nabi Ismail adalah gambaran seorang anak yang memiliki keteguhan hati dan keyakinan yang mantap akan perintah Allah. Bagaimana tidak, diusianya yang tergolong masih anak-anak, ia sanagat setia terhadap perintah bapaknya dan perintah Allah untuk dijadikan sebagai sesembelihan (kurban). Tak lain perintah ini Tuhan tujukan untuk menguji keimanan baik Ibrahim maupun

Dan tokoh sentral yang ketiga ialah Siti Hajar yang merupakan istri kedua nabi Ibrahim yang pada mulanya merupakan seorang budak. Siri Hajar adalah merupakan sosok teladan bagi para wanita, tentang bagaimana menaati perintah suami dan perintah Tuhan juga kasih sayangnya terhadap anak. Siti hajar juga merupakan tokoh sejarah yang mengawali terbentuknya kota makkah.

Dalam sejarah dijelaskan suatu ketika Siti hajar berkeliling antara bukti shofa dan marwah untuk mencari air bagi anaknya yang sedang kehausan, kemudian dengan mukjizat Allah maka keluarlah air tersebut dan di namai air zam-zam, dengan perkembangan zaman, tempat itu kemudian menjadi tempat subur dan ditingggali oleh para penduduk dan saat ini dikenal dengan kota makkah.

Itulah tiga tokoh sentral yang mengawali sejarah besar umat Islam dan Idul adha. Lantas bagaimana sejarah idul adha itu?

Ibrahim dikenal sebagai manusia yang tingkat keimanannya sangat tinggi, sejak kecil ia sudah merasa gelisah akan kebenaran akan Tuhan. Sehingga ketika dianggkat sebgai nabi dan rasul ulul azmi’, beliau mendapat gelar Khalil (kekasih Allah), ini sebagai bentuk betapa cintanya Allah terhadapnya.  Bentuk cinta dan kasih sayang Allah kepadanya, ia diberi sebuah ujian lewat mimpi bukan hanya 1 kali bahkan sampai 3 kali ia mendapat sebuah ujian dari mimpinya itu,  lewat mimpinya Allah memerintahkan kepada Ibrahim untuk menyembelih anaknya, pada waktu  itu ia sedang bungah-bungahnya sedang mendapat momongan yang begitu imut dan lucu. Sontak ia kaget, “apakah saya harus menyembelih anak sendiri?’ batinnya berkata. Setelah memantapkan akan mimpi itu, lalu ia menceritakannya kepada anaknya,  “wahai anakku, saya sudah beberapa kali bermimpi untuk disuruh menyembelihmu” tutur Ibrahim, kemudian Ismail berkata, “jika ini adalah perintah dari Tuhan, maka lakukanlah”

Luar biasa, sebuah keimanan dan ketaqwaan serta kemanatapan hati yang jarang kita temuai dizaman sekarang, namun apakah Ismail jadi disembelih?

Tentu saja tidak, Allah hanya ingin memperlihatkan  bahwa gelar al-Khalil yang diberikan kepada Ibrahim bukan tanpa alasan. Maka proses penyembelihan itu diganti oleh Allah dengan seekor domba segar dari surga yang dagingnya dibagikan kepada fakir miskin. Inilah  yang kemudian menjadi awal mula sejarah lahirnya idul nahr atau hari raya kurban yang kita kenal sebagai idul adha. (Ikbal Maulana Ar-Rumi)
Seluruh Keluarga Besar Pondok Pesantren Kempek dan tim Kempek Online mengucapkan, Selamat Hari Raya Idul Adha 1438 H.

Post a Comment