Q8kJ7IJX2ofCtqiT3cRtmv6yIJqPz134CnCrZZ01

Laporkan Penyalahgunaan

Cari Blog Ini

Malam Nuzulul Quran, Ponpes Kempek Adakan Khataman Tamrinul Idaroh

Malam Nuzulul Quran Santri Ponpes Kempek Mengadakan Khataman Tamrinul Idaroh
Khataman Tamrinul Idaroh Putra

KEMPEK – Malam nuzulul quran Pondok Pesantren Kempek tahun 2020 diisi dengan acara khataman Tamrinul Idaroh . Acara ini adalah bagian dari rutinitas acara khataman al-Quran Kempek. Tamrinul Idaroh ini dimulai pada 3 Ramadan dan berlangsung selama 10 hari.

Kenapa khataman Tamrinul Idaroh dilaksanakan pada malam nuzulul quran?. Karena malam nuzulul quran adalah malam diturunkannnya al-Qur’an secara keseluruhan dari lauhul mahfuz ke baitul ‘izzah kemudian di turunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah melalui perantara malaikat Jibril. Proses penurunan ayat-ayat al-Qur’an ini selama 22 tahun 2 bulan dan 22 hari.

Momen ini sangat tepat sekali untuk mengkhatamkan Tamrinul Idaroh.

Tamrin secara bahasa adalah latihan dan Idaroh artinya berputar. Jadi, Tamrinul Idaroh dalam konteks disini adalah latihan proses membaca al-Qur’an di Pondok Pesantren Kempek secara bergantian menggunakan qira’atnya Imam ‘Ashim beserta khilaf (perbedaan) antara riwayatnya Imam Hafs dan Imam Syu’bah.

Seperti yang kita ketahui, imam qiraat yang masyhur itu ada 7 yaitu Imam Ibnu ‘Amir, Imam Ibnu Katsir, Imam ‘Ashim, Imam Nafi’, Imam Hamzah, dan Imam al-Kisa’i yang biasa disebut dengan qiraat sab’ah.

Ketika santri kempek membaca al-Qur’an pada hari-hari biasa menggunakan qira’atnya Imam ‘Ashim riwayatnya Imam Hafs. Kemudian untuk khotimin al-Qur’an Kempek wajib mengikuti tahap Tamrinul Idaroh dan Idaroh untuk menyempurnakan qiraatnya Imam ‘Ashim. Selain itu juga agar bisa mendapatkan ijazah al-Qur’an Kempek.

Eka Permana selaku Ketua Khotimin al-Qur’an Kempek tahun 2020 mengatakan bahwa khotimin al-Qur’an tahun ini berjumlah 55 orang.

“Khotimin al-Qur’an tahun ini ada 55 orang dari berbagai daerah. Jumlah ini tetap sama hingga acara rutinitas Tamrinul Idaroh yang dilaksanakan pada malam nuzulul quran kemarin. Berbeda dengan santri putri al-Munawwiroh yang jumlah khotimat dan peserta idarohnya berkurang. Hal ini bisa terjadi karena ada peraturan yang ditetapkan oleh pengurus pondok. Untuk khotimin tidak boleh pulang saat kondisi pandemi Covid-19 seperti ini hingga idarohan selesai. Apabila pulang, maka akan diikutsertakan pada Idaroh tahun depan.” Ujarnya saat diwawancarai oleh media Kempek Online.

Acara khataman Tamrinul Idaroh ini dimulai dengan menghatamkan al-Qur’an mulai surat ad-Dhuha hingga surat an-Nas. Kemudian dilanjutkan dengan acara-acara lainnya. Diakhir acara ada mauidhoh hasanah dari Kiai Ghufroni Masyhuda. (Lutfi/TimRedaksi)

Related Posts
Kempek Online
Media Informasi Pondok Pesantren Kempek

Related Posts

Posting Komentar