Q8kJ7IJX2ofCtqiT3cRtmv6yIJqPz134CnCrZZ01

Pelajaran Berharga Dari Perjuangan Rasulullah Membumikan Al-Qur'an

Pelajaran Berharga Dari Perjuangan Rasulullah Membumikan Al-Qur'an

santri memegang alquran malam nuzulul quran ponpes kemepk
Malam Nuzulul Qur'an Ponpes Kempek

Al-Qur'an sebagai kitab suci bagi umat Islam yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad S.A.W. untuk disampaikan kepada seluruh manusia agar berjalan sesuai dengan jalanya.

Al-Quran diturunkan Allah kepada Nabi lewat perantara Malaikat Jibril dengan beberapa metode, dan pertama kalinya Allah menurunkan al-Quran kepada Nabi adalah di Gua Hiro pada tanggal 17 Ramadan dengan datangnya Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad dengan membawa wahyu pertama berupa Surat al-Alaq ayat 1-5.

Nabi Muhammad mendapatkan wahyu pertamanya di Gua Hiro setelah sebelumnya beliau melakukan uzlah atau mengasingkan diri dari keramaian selama beberapa hari bahkan sampai satu bulan, di Gua Hiro.

Gua Hiro memiliki panjang 4 hasta, lebar 1,75 hasta.Kita akan berfikir itu adalah tempat yang sempit. Namun disitulah Nabi mendapatkan wahyu pertamanya dan bertemu langsung dengan Malaikat Jibril.

Nabi mendapatkan wahyu dengan menjalankan proses yang panjang dan terbilang sulit. Dimulai dengan uzlah di Gua Hiro yang jaraknya lumayan jauh dari kediaman beliau.

Untuk mencapai Gua Hiro harus melewati jalanan yang terjal karena Gua Hiro terletak di bukit Jabal Nur.

Dengan bekal seadanya, Nabi mengasingkan diri di Gua Hiro sampai akhirnya beliau diangkat menjadi rasul yang terakhir dan sebagai penyempurna atas ajaran-ajaran sebelumnya.

Ketika beliau berada di Gua Hiro, beliau melaksanakan ibadah dengan memakai ajaran Nabi Ibrahim.

Karena pada saat itu belum ada ajaran Agama Islam. Nabi melaksanakan ibadah dengan tujuan menenangkan diri agar mendapat petunjuk dari Allah atas kondisi yang dialami pada saat itu.

Pada saat itu, bangsa Arab banyak melakukan perilaku yang menyeleweng dari norma-norma sosial. Tindak kejahatan bertebaran dimana-mana. Oleh karena itu zaman itu disebut zaman jahiliyah (kebodohan).

Ketika Nabi Muhammad bertemu dengan Malaikat Jibril beliau merasakan sesuatu yang tidak biasa. Sehingga beliau merasa gemetar.

Kemudian Jibril berkata kepada Nabi, "Iqro!" (bacalah!) dan mendekapnya sebanyak tiga kali. Setelah itu Nabi menerima wahyu yang pertama yaitu Surat al-Alaq ayat 1-5 .

Setelah mendapat wahyu, perjuangan Nabi belum berakhir. Justru itu adalah awal perjuangan dimana Nabi harus menyampaikan apa yang telah diwahyukan oleh Allah kepadanya.

Halangan dan rintangan Nabi menyebarkan kebenaran dengan al-Qur'an. Mulai dari keluarga, kerabat hingga seluruh manusia yang ada di dunia.

Kegigihan, keberanian dan semangat perjuangan Nabi Muhammad dalam menerima dan menyebarkan al-Qur'an harus menjadi cerminan bagi kita semua dalam berjuang dalam kehidupan.

Nabi Muhammad tidak pernah putus asa dengan apa yang diperintah oleh Allah kepadanya. Karena perjuangannya yang luar biasa, maka sangat layak beliau disebut sebagai orang yang sangat mulia.

Demikian juga kepada rekan-rekanku seperjuangan, terutama yang ada di Pesantren Kempek.

Kita tidak boleh menyerah!.

Terutama dalam hal belajar. Karena Nabi sendiri berjuang dengan sangat luar biasa dalam menerima dan menyampaikan ajaran Agama islam yang bersumber dari al-Quran.

Wajar kalau kita harus merasakan lelah dan payah saat menempuh pendidikan di pesantren. Perlu waktu yang lama dalam belajar. Kita harus merasakan pahit manisnya dunia pesantren untuk menggapai cita-cita dan harapan.

Tapi itu tidak sebanding dengan apa yang akan didapatkan setelah kita keluar dari pesantren. Karena saya yakin bahwa setelah kita keluar dari pesantren dan mengamalkan apa yang kita pelajari, Insya Allah kita akan mendapat hasil yang luar biasa sebagaimana Nabi setelah melakukan perjuangan panjang.

Maka dari itu kita harus menggelorakan semangat perjuangan dalam belajar, sebagaimana Nabi dalam menyebarkan agama Islam. Hingga sekarang Islam menjadi agama terbesar di dunia melalui semangat dan perjuangan Nabi dalam menyampaikan al-Quran.

Oleh : Abdul Jalil
Disunting oleh : M.Lutfi Abdul Aziz

Related Posts
Kempek Online
Media Informasi Pondok Pesantren Kempek

Related Posts

Posting Komentar