Q8kJ7IJX2ofCtqiT3cRtmv6yIJqPz134CnCrZZ01

Ini Do'a Asyura (10 Muharram) Lengkap Beserta Artinya

Ini Do'a Asyura (10 Muharram) Lengkap Beserta Artinya

KEMPEK – Kamis sore (27/8/20) selepas jama’ah sholat maghrib, seluruh santri Pondok Pesantren Kempek berkumpul di masjid mendengarkan himbauan dari pengasuh. Beliau menyampaikan agar seluruh santri berpuasa selama 2 hari. Puasa yang pertama ialah puasa tasu’a dan yang ke dua adalah puasa asyura.

“Ngesuk pada puasaha ya rong dina!. Siji puasa tasu’a kelorone puasa ‘asyura” (besok puasa ya dua hari!. Pertama puasa tasu’a dan yang kedua puasa ‘asyura). Ucap beliau setelah mengimami jama’ah shalat maghrib diiringi jawaban “nggih” santri secara bersamaan.

Kemudian beliau menukil hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abi Qatadah bahwa Rasulullah pernah ditanya oleh sahabat tentang puasa Asyura. Nabi menjawabnya: "Puasa Asyura dapat melebur dosa satu tahun sebelumnya".

“Puasa asyuro iku bisa ngelebur doa setahun kang wis liwat”, (puasa hari asyura itu bisa melebur dosa setahun yang sudah terlewatkan) lanjutnya.

Puasa asyura tahun ini jatuh pada Hari Jum'at dan sabtu.tanggal 28 dan 29 Agustus 2020. Kemudian santri yang hadir membaca secara serentak syair tentang anjuran untuk melaksanakan puasa tasu’a dan asyura.

niat puasa tasua asyura dan doa asyura 10 muharram lengkap latin dan terjemahnya
Doa Asyura 10 Muharram

“Monggo sami-sami siyam kalih dinten, mugi-mugi Allah paring pangapunten. Dinten tasu’a asyuro sunnah siyam, ingkang emut kita ampun kados ayam. Ingkang emut dongeng ipun gagak cemeng, boten emut prentah sebab manggen seneng. Ingkang emut dongeng ipun gagak cemeng, boten emut prentah sebab manggen seneng.”

(Mari kita bersama-sama puasa dua hari, semoga Allah memberikan pengampunan. Hari tasu’a asyura sunnah puasa, yang ingat kita jangan seperti ayam. Yang ingan tentang dongengnya gagak hitam. Tidak ingat perintah karena terlena akan kesenangan).

Setelah membaca syair puasa tasu’a dan asyuro, kemudian beliau berbicara tentang kejadian pada zamannya Nabi Nuh.

Diceritakan pada saat itu Nabi Nuh memerintahkan kepada burung gagak untuk mengecek keadaan apakah tanah sudah kering atau belum dari banjir bandang yang melanda pada saat itu. Akan tetapi burung gagak tidak menggubris perintah Nabi Nuh tadi. Kalau diibaratkan bahasa zaman sekarang burung gagak itu mager (malas gerak). Dia lebih memilih untuk berleha-leha dan makan tidak mempedulikan yang lain.

Akhirnya Nabi Nuh memerintahkan lagi burung merpati untuk mengecek keadaan. Dengan sigap burung merpati melaporkan keadaan sekitar bahwasanya tanah sudah kering dari banjir.

Seperti itulah cerita singkat yang terjadi tentang gagak yang tidak peduli terhadap perintah. Kita sebagai manusia yang memili akal hendaknya jangan sama seperti burung gagak tadi. Oleh karenanya, kita harus menjalankan perintah Allah. Hewan setiap hari hidup untuk makan, tanpa memikirkan hal lain. Sebagai pembeda antara kita dan hewan, alangkah baiknya kita melaksanakan puasa-puasa sunnah. Seperti beberapa waktu yang lalu melaksanakan puasa tarwiyah dan arafah, puasa tasu’a dan ‘asyura, dan puasa-puasa sunnah lainnya.

Niat puasa Tasu’a

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit tasû‘â lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Tasu‘a esok hari karena Allah ta‘ala.”

Niat puasa ‘Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatil tasû‘â lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Tasu’a hari ini karena Allah ta‘ala.”

Puasa tasu’a dan asyuro walaupun hukumnya sunnah, akan tetapi di Pondok Pesantren Kempek puasa ini seperti wajib. Karena langsung dihimbau oleh pengasuh pondok.

Selain berpuasa, kita juga dianjurkan untuk membaca do’a asyura. Doa asyura adalah doa yang dibaca pada hari kesepuluh bulan muharram. Do’a ini dibaca setelah shalat dzuhur. Berikut ini doa pada hari ke 10 bulan Muharram atau doa 10 suro. :

Doa Hari Asyura (10 Muharram) Lengkap Dengan Latin Dan Terjemahnya

حَسْبِيَ اللهِ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلىٰ وَنِعْمَ النَّصِيْرُ x ۷۰

سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانْ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرّْضىٰ وَزِيْنَةَ الْعَرْشِ

وَالْحَمْدُ لِلّهِ مِلْءَ الْمِيْزَانْ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرّْضىٰ وَزِيْنَةَ الْعَرْشِ

وَاللهُ اَكْبَرُ مِلْءَ الْمِيْزَانْ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرّْضىٰ وَزِيْنَةَ الْعَرْشِ

لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَى مِنَ اللهِ اِلاَّ اِلَيْهِ

سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِماَتِ اللهِ التَّامَّةِ كُلِّهَا

وَالْحَمْدُ لِلّهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِماَتِ اللهِ التَّامَّةِ كُلِّهَا

وَاللهُ اَكْبَرُ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِماَتِ اللهِ التَّامَّةِ كُلِّهَا

اَسْئَلُكَ السَّلاَمَةَ بِرَحْمَتِكَ ياَ اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

وَصَلَّى اللهُ عَلىٰ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ اٰلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ

وَالْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن

“Hasbunaallahu wani’mal wakiilu ni’mal maulaa wa ni’man nashiiru.”
“Subhaanallahi mil-al miizaani wa muntahal ‘ilmi wa mablaghar ridhaa wa zinatal ‘arsy laa malja-a wa laa manja-a minallahi illa ilaihi.
Walhamdulillah mil-al miizaani wa muntahal ‘ilmi wa mablaghar ridhaa wa zinatal ‘arsy laa malja-a wa laa manja-a minallahi illa ilaihi.
Wallahu akbar mil-al miizaani wa muntahal ‘ilmi wa mablaghar ridhaa wa zinatal ‘arsy laa malja-a wa laa manja-a minallahi illa ilaihi.
Subhaanallahi ‘adadasy syaf’ir wal witri wa ‘adada kalimaatillahittaammaati kulliha
Walhamdulillah ‘adadasy syaf’ir wal witri wa ‘adada kalimaatillahittaammaati kulliha
Wallahu akbar ‘adadasy syaf’ir wal witri wa ‘adada kalimaatillahittaammaati kulliha
Nas-alukas salaamata birahmatika yaa arhamar raahimina.
Wa laa hawla wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhiimi wa huwa hasbuna wa ni’mal wakiilu ni’mal maulaa wa ni’man nashiiru. Wa shallallahu ta’ala alaa sayyidina wa nabiyyina muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihii ajma’iin.”

Artinya: “Cukuplah Allah jadi sandaran kami, Dia sebaik-baiknya Pelindung, sebagus-bagusnya kekasih, dan sebaik-baiknya Penolong.

Maha Suci Allah sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan dan timbangan ‘arsy. Tak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari Allah, kecuali hanya pada-Nya. Maha Suci Allah sebanyak bilangan genap dan ganjil dan sebanyak kalimat Allah yang Sempurna.

Kami mohon keselamatan dengan rahmat-Mu wahai Dzat yang Paling Penyayang diantara semua yang penyayang. Tiada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Dan Dialah yang mencukupi kami sebaik-baik Pelindung, sebagus-bagus kekasih, dan sebaik-baiknya Penolong. Semoga rahmat dan keselamatan Allah tetap tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad begitu pula keluarga dan sahabat beliau.”

Itulah tadi niat puasa tasu’a dan puasa asyura beserta doa 10 Muharram atau 10 suro. Semoga bermanfaat. (TimRedaksi)

Pencarian terkait :
doa 10 muharram
doa 10 suro
doa asyura dan terjemahnya
doa 10 asyura
doa asyura lengkap dan artinya
niat puasa asyura
puasa sunnah asyura
puasa asyura kapan
puasa asyura tanggal
puasa asyura berapa hari

Related Posts
Kempek Online
Media Informasi Pondok Pesantren Kempek

Related Posts

Posting Komentar