Q8kJ7IJX2ofCtqiT3cRtmv6yIJqPz134CnCrZZ01

Begini Hikmah Istikamah 40 Hari Pertama di Pesantren Kempek

Begini Hikmah Istikamah 40 Hari Pertama di Pesantren Kempek

pemulangan santri kempek alasan jamaah 40 hari kempek
Pemulangan Santri Kempek
Foto : Pemulangan Santri Pondok Pesantren Kempek
Oleh : Nur Anisa
Peserta Pelatihan Jurnalistik Kempek Online

Pesantren adalah sebuah tempat untuk mendalami ajaran agama Islam. Di pesantren seorang santri akan diajari banyak hal. Dari mulai kebiasaan-kebiasaan yang biasa dilakukan di rumah, tapi bedanya kalau di rumah tidaklah sendiri, melainkan masih dimanjakan oleh ke dua tua atau keluarga. Nah jika sudah masuk pesantren maka santri akan dituntut untuk mandiri. Melakukann segala sesuatunya sendiri. Dari mulai bangun pagi, bersih-bersih, nyiapin makanan, nyuci dll.

Bukan hanya itu, tapi ada hal unik di Pesantren Kempek mengenai seorang santri baru yang kemudian akan dianggap sebagai “Santri” apabila dia menjalani syarat selama 40 hari, tanpa ada yang terlewat harinya. Pada santri putri, dia akan dinyatakan sebagai santri apabila tidak keluar jauh dari pondok pesantren selama 40 hari.

Sebenarnya menurut saya, 40 hari di pondok adalah sebuah aturan dimana melatih diri supaya bisa merasakan dan menemukan kenyamanan berada dalam pondok pesantren, bukan hanya itu, melainkan juga proses peng-akraban kita dengan teman baru, intinya sih penyesuaian dengan lingkungan baru, dimana santri tidak lagi menemukan kemudahan-kemudahan yang biasa ditemukan di rumah.

Dan secara tidak sadar proses 40 hari yang katanya ketika gagal itu harus ngulang lagi dari awal hingga dapat bertahan sampai pada waktu yang ditentukan adalah sebuah ilmu melatih perilaku konsisten terhadap hal yang diinginkan agar bisa menjadi sebuah kebisaan terhadap sesuatu baru.

Melihat bagaimana pesantren melatih santri untuk bertindak konsisten terhadap suatu hal, saya tertarik juga dengan cerita dari teman santri laki-laki saya yang katanya, kalau di santri putra Pondok Pesantren Kempek itu cara melatih Istiqomahnya pun sama, yakni sejak menjadi santri baru, wajib ikut jamaah selama 41 hari tanpa ketinggalan takbir, dan bila salah ya itu tadi harus mengulangnya dari hari pertama sampai dengan hari terakhir.

Keduanya tampak berbeda, tetapi sebenarnya sama. Karena sama-sama harus bisa selesai sampai jangka waktu yang ditentukan supaya bisa dianggap sebagai santri. Kalau kita perhatikan, kedua hal tersebut adalah cara untuk kita melatih diri supaya bisa konsisten.

Konsisten sendiri dalam bahasa arab disebut dengan istilah Istiqomah. Yakni melakukan sesuatu yang sama secara bertahap dan tidak melenceng pada ajarannya. Dalam sebuah hadits meriwayatkan, dari Sufyan bin Abdullah ats-Tsaqafi, ia berkata: Aku berkata, “Wahai Rasulullah, katakan kepadaku di dalam Islam satu perkataan yang aku tidak bertanya kepada seorang pun setelah engkau.” Beliau menjawab, “Katakanlah, aku beriman, lalu Istiqomah.” (HR. Muslim, no.38; Ahmad 3/413; Tirmidizi, no. 2410; Ibnu Majah, no. 3972).

Nah bisa dilihat penjelasan yang terkandung dalam hadis tersebut yakni ketika kita ingin tetap berada dijalan yang diridhoi yang itu tidak melenceng, maka kita pun harus Istiqomah dalam menjalaninya. Konsisten dalam berbuat baik.

Lalu apa dampaknya ketika para santri laki-laki maupun perempuan mampu menjalani ketetapan selama 40 atau 41 hari? Yakni santri dapat terbiasa dengan apa yang sudah dilakukan selama masa itu.Begitulah cara pesantren mengajarkan dan mengatur hidup santri secara mandiri dan tetap berada pada koridor yang tidak melenceng, yaitu dengan membiasakan diri untuk konsisten sebagai pembiasaan pada suatu hal baru yang ingin difahaminya.

#kempekonline #ponpeskempek #santrikempek
Related Posts
Kempek Online
Media Informasi Pondok Pesantren Kempek

Related Posts