Q8kJ7IJX2ofCtqiT3cRtmv6yIJqPz134CnCrZZ01

Nderes : Ritual Wajib Bagi Santri

Nderes : Ritual Wajib Bagi Santri

Membaca alquran ponpes kempek cirebon

Banyak santri yang kesulitan saat mengaji dikarenakan belum memahami kitab yang dikaji. Karena hal ini, saat proses kegiatan belajar mengajar, ada saja santri yang berdiri (hukuman bagi santri yang tidak bisa membaca kitab yang dipanggil oleh Ustadz untuk maku kedepan). Hal ini terjadi karena kebanyakan santri tidak mengulang kembali pelajaran yang sudah diberikan sebelumnya.

Bukan hanya dalam masalah membaca kitab. Santri juga banyak yang diusir saat mengaji al-Qura'an. Karena banyak bacaan al-Qur'an yang salah. Oleh karena itu santri harus sering mengulang-ulang pelajaran atau membaca al-Qur'an agar tidak berdiri atau diusir saat dipanggil ustadz saat setoran kitab atau bacaan al-QurĂ¢€™an. Nah, hal ini biasa dikenal di kalangan santri Pondok Pesantren Kempek dengan sebutan " nderes "

Ritual Nderes wajib dan mutlak dilakukan oleh santri agar bisa memahami kitab, pelajaran dan lancar membaca al-Qur'an.

Hingga banyak santri senior yang berpesan "sing akeh nderese ya cung!" (yang banyak belajarmya ya de!).

Nasehat ini begitu simpel. Namun menyimpan berjuta-juta makna yang terpendam.

Secara lughot Nderes di ambil dari peralihan bahasa " darosa - yadrusu - darsan" kemudian dialih ke dalam bahasa jawa menjadi nderes yang bermakna mempelajari.

Sedangkan secara istilah nderes bisa diartikan mengulang sesuatu yg telah dipelajari agar mampu di pahami secara mendalam.

Nderes ini sangatlah penting, kenapa? karna apabila kita melalaikan kegiatan ini sangat sulit dan bahkan mustahil untuk memahami sesuatu pelajaran dengan baik.

Seseorang yang sering mengulang-ulang pelajaran saja kadang masih mempunyai kendala untuk memahami suatu pelajaran. Lalu bagaimana prang yang tak pernah menyentuh buku pelajaran?.

Bagi sebagain orang kegiatan ini adalah yang paling membosankan , bahkan ada yg berpendapat bahwa "nderes adalah obat tidur paling ampuh ketika anda dilanda insomnia. Karena seketika anda nderes, rasa kantuk langsung menghujani kepala anda".

Sebenarnya nderes adalah hal sangat menyenangkan apabila kita menerapkan sistem yang tepat untuk nderes.

Seperti memilih waktu yg pas, kemudian dalam kondisi suasana hati yang sesuai, hingga memilih tempat yang nyaman. Agar ilmu yang dipelajari bisa mudah di fahami.

Setiap orang memang berbeda-beda dalam menentukan sistem nderes yang tepat, namun dalam berbagai sumber waktu nderes yg paling tepat ialah pada malam hari sebelum tidur dan pagi hari setelah subuh.

Karena pada waktu-waktu itu otak kita dalam keadaan tenang tidak terbebani dengan fikiran-fikiran yang lain yang diharapkan bisa mendatangkan fokus yang maksimal.

Tahukah kalian?

Nderes adalah hal dimana otak menyusun kembali sesuatu yang pernah di pelajari. Otak kita memiliki ratusan neuron atau sel otak yang saling berhubungan. Maka nderes bisa menghubungkan dan memperkuat jalan agar ingatan-ingatan ini saling menyatu.

Tapi diantara tiap hubungan otak kita ada celah kecil yang di sebut sinaps

Setiap kita belajar hal baru , sinyal listrik dalam neuron harus melompati celah ini untuk melanjutkan perjalanan nya. Celah antara kedua sel itu sangat kecil. Tapi, bukan berarti sinyal listrik ini dengan mudah untuk berjalan dari sisi satu ke sisi lainnya.

Bagi kita diibaratkan seperti menyebrangi jurang yang jauh dan dalam dari sisi satu ke sisi yang lainnya. Nah, hal ini dapat menunjukan sesuatu tentang proses kita belajar.

Pertama kali sinyal menyebrang dari satu sel otak ke sel yang lain akan sulit. Sama halnya ketika kita menyebrangi jurang. Perjalanan pertama untuk menyebrangi jurang adalah yang hal paling sulit. Karena belum ada jembatan yang dibuat.

Proses pembuatan jembatan ini yang sulit. Tapi, juka jembatannya sudah jadi, tentu mudah untuk berpindah dari sisi satu ke sisilainya.

Sama halnya ketika mempelajari sesuatu hal yang baru.

Memulai belajar memanglah sulit tetapi begitu sinyal terus menerus menyebrangi sel otak, itu akan membentuk jembaran yang kokoh antara sel-sel otak. Jadi, ketika jembatan itu sudah jadi, sel-sel otak akan mudah menyebrang.

Maka tak heran kenapa kita di hantam dengan kata-kata "sing akeh nderese ya cung!".

Karna ketika kita melakukannya terus menerus maka tiada artinya lagi jurang yang sangat dalam. Karna sudah terbentuk jembatan yg mampu kita lewati kapanpun kita mau.

Ayo Nderes! :).

Oleh M.Lutfi Abdul Aziz Peserta Pelatihan Jurnalistik Kempek Online

Related Posts
Kempek Online
Media Informasi Pondok Pesantren Kempek

Related Posts