Q8kJ7IJX2ofCtqiT3cRtmv6yIJqPz134CnCrZZ01

Laporkan Penyalahgunaan

Cari Blog Ini

Menjadi Santri Entrepreneur


menjadi santri entrepreneur ponpes kempek
Koperasi Pondok Pesantren

Saat kita mendengar kata santri hal yang mungkin muncul dalam benak kita adalah seorang figur anak muda yang memakai sarung dan terdapat peci diatas kepalanya dengan ditarik sedikit kebelakang sehingga menampakkan sebagian jidatnya dan tinggal disebuah tempat yang dinamakan pesantren.

Namun sebutan santri itu juga kerap berlaku bagi mereka yang dalam segi pemikiran dan pemahaman agamanya mengikuti para kyai atau figur agama lainnya.

Di pesantren, mereka ditempa akhlak dan kepribadiannya menjadi sosok yang mandiri dan sederhana dalam hidup. Tidak bergantung pada orang lain, dan hidup dengan fasilitas seadanya.

Bagi sebagian dari mereka beranggapan bahwa kehidupan pesantren merupakan tempat yang penting dalam mengembangkan karir. Disini mereka dibiasakan untuk disiplin dan taat pada aturan serta bertanggung jawab atas berbagai hal yang ia lakukan.

Tak ada yang salah bagi kebanyakan orang tua yang memasukkan anaknya dalam dunia pesantren supaya menjadi pribadi yang berjiwa bersih dan meraih kehidupan sukses dunia akhirat.

Pesantren menjadi tempat pembentukan karakter menjadi seseorang yang memandang kesamaan derajat setiap manusia berdasarkan tangung jawab dan ketakwaannya pada sang pencipta bukan berdasarkan tingkat sosial, ekonomi, atau kasta lainnya.

Mereka terbiasa bersama dalam segala hal dan saling bahu membahu ketika ada yang membutuhkan pertolongan.

Santri diajarkan konsisten terhadap keputusan dan berani ambil resiko dengan apa yang terjadi. Dan yang terpenting adalah kejujuran yang harus mereka tanamkan dalam jati diri seorang santri. Tekun dan taat terhadap aturan dan kegiatan pesantren dalam rangka menumbuhkan etos dalam bekerja dan keuletan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Mentalitas seperti inilah yang dibutuhkan oleh seorang entrepreneur. Berani ambil resiko, etos kerja, persamaan derajat, tanggung jawab, dan lain sebagainya.

Pesantren sudah mengajarkannya. Namun tidak menyalurkannya. Hal ini bukan didapat dari teori melainkan kehidupan yang langsung memberikan pengajaran dan dorongan kepada mereka agar bersikap seperti yang terdapat pada lingkungan sekitar.

Adanya alasan kenapa pesantren tidak menerapkannya karena ditakutkan santri berbelok arah menjadi giat berusaha dan menimba ilmu terbaikan.

Bagi santri mungkin akan timbul rasa tak percaya diri dalam berentrepreneurship. Terlebih jika masih dalam status pelajar.

Berbeda dengan santri yang berpikir kreatif dan inovatif karena mereka telah dibekali untuk berpikir mandiri dan percaya akan kemampuan serta keuletan dalam berusaha.

Dengan adanya karekteristik yang ada dalam diri santri, maka dengan sendirinya mereka akan membentuk terobosan-terobosan baru berdasarkan spirit, mindset, dan keterampilan dalam diri mereka.

Terlebih lagi jika entrepreneurship ini didukung oleh suatu bakat yang dimiliki oleh santri. Hasilnya kemungkinan besar akan melebihi targetnya, baik dalam hal material maupun finansial.

Santri di didik untuk menjadi sosok yang berpengaruh di tengah kemasyarakatan terjun mengajarkan ilmu-ilmu agama yang telah dipelajarinya. Lalu siapa sajakah tokoh pengusaha lulusan pesantren tersebut ?.

Siapa saja tokoh pengusaha lulusan pesantren yang sukses antara lain H. Masnuh Masrur Arif (Sidoarjo Jatim), Achmad Rofiq (Pendiri, CEO-PT Digital Global Maxinema), Amridzal Jundi (pendiri AksaMedia – Surabaya), dan masih banyak tokoh-tokoh lain yang tercipta menjadi seorang enterpreneur yang tercetak dan berlatar belakang dari pesantren.

Menjadi seorang entrepreneur (pengusaha) dapat dipandang dari banyak hal baik ulama, pemimpin bangsa, dan lainnya. Diperlukan adanya dorongan dan arahan agar mampu melahirkan santri enterpreneur yang mampu dan siap terjun dalam dunia kerja atau sosok yang berpengaruh di tengah kaum masyarakat luas yang tentu memiliki resiko yang lebih besar yang terdiri dari berbagai kalangan dibandingkan dengan dunia pesantren guna menyebarkan dan menjadi penerang bagi kaum awam.

Oleh : Nur Fitri
Editor : Lutfi

Related Posts
Kempek Online
Media Informasi Pondok Pesantren Kempek

Related Posts