Q8kJ7IJX2ofCtqiT3cRtmv6yIJqPz134CnCrZZ01

Mengenal Sosok Ibn Ruslan: Pencipta Seribu Nazam Zubad

Mengenal Sosok Ibn Ruslan: Pencipta Seribu Nazam Zubad

Jika dalam bidang ilmu Nahwu ada seribu bait “Alfiyah ibn Malik”, maka dalam bidang Fikih ada seribu bait nazam “Zubad”. Nazam Zubad diciptakan oleh sosok yang lebih dikenal dengan panggilan Ibn Ruslan. Nama lengkapnya ialah Syihab ad-Din, Abu al-Abbas, Ahmad bin Husain bin Ali bin Yusuf bin Ali bin Ruslan, ar-Ramli (nisbat pada kota Ramallah Palestina, kota dimana Ibn Ruslan dilahirkan), asy-Syafi’i (nisbat pada mazhab fikih yang dianutnya).

Ibn Ruslan dilahirkan di kota Ramallah, Tepi Barat, Palestina, pada tahun 773 Hijriah (versi lain mengatakan 775 H). Ia tumbuh dan besar di lingkungan yang baik. Ayahnya seorang pedagang yang banyak membaca. Dalam sebagian referensi, ayahnya dikenal sebagai ahli fikih (faqih) dan dijuluki sebagai ‘kepercayaan agama’ (amin ad-din).

Sedangkan ibunya, dikenal sebagai ibu yang salehah. Mertua Ibn Ruslan merupakan seorang ‘al-Hafiz’ terkenal, at-Taj Ibn al-Gharbili. Sedangkan bibinya, dikenal sebagai orang yang memiliki banyak (merutinkan) wirid dan tilawah.

Mengenal Sosok Ibn Ruslan: Pencipta Seribu Nazam Zubad
Matan Zubad

Lingkungan dan orang-orang terdekatnya yang baik, berpengaruh banyak pada diri dan kepribadian Ibn Ruslan. Sebagai contoh, Ibn Ruslan berhasil menghafal al-Qur’an secara penuh kira-kira pada usia 10 tahun. Pencapaian semacam ini tentu sulit diraih bila tidak didukung oleh lingkungan yang baik.

Dalam satu riwayat, Ibn Ruslan pernah diberi tugas menjaga toko kain milik ayahnya. Namun Ibn Ruslan malah sibuk mengulang pelajaran (muthala’ah) dan mengabaikan tugasnya menjaga toko. Hal demikian menyebabkan penjualan kain milik ayahnya merugi. Ibn Ruslan lalu berkata pada ayahnya, “aku tidak becus melakukan apapun kecuali mengulang pelajaran”. Ayahnya kemudian pasrah dan merelakan apa yang menjadi minat Ibn Ruslan.

Ibn Ruslan banyak berguru pada ulama kenamaan sekitar Syam. Syarh Sunan Abi Dawud cetakan Dar al-Falah Mesir menyebut sebanyak 23 guru. Salah satu gurunya yang masyhur ialah Ibn Hajar al-Asqallani, penulis Fath al-Bari. Petunjuk mengenai hal ini dapat ditelusuri dalam Syarh Sunan Abi Dawud dimana Ibn Ruslan sering mengulang perkataan “telah berkata guru kami, Ibn Hajar”. As-Sakhawi berpandangan, sejak awal Ibn Ruslan memang sudah menaruh minat pada ilmu nahwu, kebahasaan (lughah), syawahid dan nazam. Ketekunan mudzakarah, mulazamah, dan muthala’ah Ibn Ruslan pada akhirnya mengantarkanya menjadi seorang tokoh intelektual terdepan dalam bidang fikih, ushul fikih dan bahasa arab. Tulisan Ibn Ruslan banyak memiliki fokus pada fikih dan nahwu.

Pada mulanya menurut Ibn al-Imad, Ibn Ruslan menekuni bidang pengajaran dan fatwa, tetapi kemudian ia meninggalkan kesibukan tersebut dan beralih menekuni bidang lain yakni menempuh jalan tasawuf. As-Sakhawi berkomentar, Ibn Ruslan merupakan pribadi yang sehat aqidahnya, mengikuti sunnah, zuhud, dan wira’i.

Karya Ibn Ruslan yang paling terkenal tentu adalah nazam Zubad, tetapi ia juga banyak menulis buku lain. Dalam bidang fikih, Ibn Ruslan tidak hanya menulis nazam Zubad, ia juga menulis Syarh al-Hawi, Syarh al-Minhaj, dan Mukhtashar Raudlah ath-Thalibin. Dalam bidang ilmu nahwu ia menulis Syarh Minhah al-I’rab, Syarh Alfiyah al-Iraqi, dan I’rab al-Alfiyah Ibn Malik.

Sementara dalam bidang ushul fikih, Ibn Ruslan menulis Syarh Jam’ al-Jawami’, Syarh Mukhtashar Ibn al-Hajib, dan Nihayah as-Sul Syarh Minhaj al-Wushul. Dalam bidang tafsir, Ibn Ruslan menulis Syarh Sunan Abi Dawud sebanyak 11 jilid, Syarh Shahih Bukhari sebanyak 3 jilid, dan Tanqih al-Adzkar. Dalam bidang ilmu qira’at Ibn Ruslan menulis Syarh Thayyibah an-Nasyr fi al-Qira’at al-Asyr sebanyak 11 jilid, dan banyak lainya.

Pada usia 71 tahun (844 H) Ibn Ruslan wafat di tempat tinggalnya di zawiyah al-khutaniyah (zawiyah yang didirikan oleh Shalahuddin al-Ayubi pada 587 H). Jasadnya dikebumikan di sebelah barat al-Quds di pemakaman ‘mamulla’. Mendengar kabar kewafatan Ibn Ruslan, gegerlah penghuni Bait al-Maqdis dan kebanyakan penduduk. Jenazahnya dishalati secara ghaib oleh orang-orang jauh, bahkan sampai sekelas Universitas Al-Azhar Mesir.

Ulama kenamaan al-Maqrizi, mengenang Ibn Ruslan sebagai tokoh yang (walaupun ia tidak ditakdirkan sempat bertemu denganya) berfokus pada ibadah, melimpah ilmunya, memiliki banyak kebaikan, mendidik para murid, yang baik terhadap para pendahulu, diharapkan berkah doa dan kesaksianya, menjaga muru’ah (etika lokal), tenang berwibawa, serta memiliki mahabbah orang-orang salih.

Sumber Bacaan:
Imam Ibn Ruslan, Syarh Sunan Abi Dawud (Mesir: Dar al-Falah, 2016) Syihabuddin ar-Ramli, Fath ar-Rahman bi Syarh Zubad Ibn Ruslan (Beirut: Dar al-Minhaj, 2009)

Oleh : Misbahul Huda

Penelusuran terkait :
nadhom zubad
nadhom zubad pdf
jumlah nadhom zubad
nadhom matan zubad
nadhom kitab zubad
teks nadhom zubad
terjemah nadhom zubad
nadhom zubad mp3
terjemah nadhom zubad pdf
syarah nadhom zubad
ibnu ruslan
zubad ibnu ruslan
zubad ibnu ruslan pdf
kitab zubad ibnu ruslan
imam ibnu ruslan
syair ibnu ruslan

Related Posts
Kempek Online
Media Informasi Pondok Pesantren Kempek

Related Posts

Posting Komentar