Q8kJ7IJX2ofCtqiT3cRtmv6yIJqPz134CnCrZZ01

Wisuda Putri 2020, Ulama Harus Memiliki Ilmu Yang Mumpuni

Wisuda Putri 2020, Ulama Harus Memiliki Ilmu Yang Mumpuni

KEMPEK – Acara Wisuda Madrasah Takhossus Lil Banat Ke-24 Pondok Pesantren Putri ‘Aisyah Kempek yang diadakan pada hari Ahad pagi (03/08/20) beberapa pekan yang lalu sedikit berbeda karena tamu yang diperbolehkan masuk ke acara dibatasi. Hanya wali khotimat dan wali wisuda putri saja yang diperkenankan masuk ke lokasi acara.

Acara ini dihadiri oleh pengasuh Pondok Pesantren Putri ‘Aisyah, Ny. Hj. Afwah Mumtazah, dzuriyah Ponpes Kempek, ustadz dan ustadzah madrasah beserta wali santri putri.

Sekitar 56 santri putri yang mengikuti wisuda tahun ini. Mereka adalah santri-santri terpilih yang bisa menyelesaikan pendidikannya di madrasah.

Dalam sambutannya, Ny. Hj. Afwah Mumtazah memberikan selamat kepada santri-santri yang mampu menyelesaikan pendidikannya di madrasah.

“Kepada adik-adik semua yang pada hari ini bisa menyelesaikan pengajiannya hingga tahap wisuda. Ini adalah perjuangan yang amat berat. Kita itu seperti gunung es, ketika tahun pertama masih banyak kelas akan tetapi makin lama hanya akan tersisa satu atau dua kelas saja dan inilah orang-orang yang terpilih. Karena mampu berjuang melawan putus asa, kejenuhan, kemalasan, dan tangguh” jelas Umi Afwah saat menyampaikan sambutan dalam acara wisuda pada Ahad pagi (03/08/20).

Kemudian beliau juga berpesan agar bisa menghatamkan pengajian Al-Qur’an hingga selesai. Karena banyak adik-adik ketika sekolahnya sudah selesai walaupun pengajian Al-Qur’annya belum khatam tetap pulang. Padahal kemampuan membaca Al-Qur’an yang baik ini bisa menjasi aset yang sangat berharga di dunia maupun akhirat.

“Ketika anak sudah bagus membaca Al-Qur'annya, maka itu menjadi aset dunia akhirat yang nanti bisa diajarkan ke putra-putrinya, hingga ke cucu-cucunya dan seterusnya. Itu menurut saya tidak bisa di tukar dengan apapun dibanding ijazah” tambahnya.

santri kempek kritik ulama yang membaca quran salah wisuda ponpes kempek 2020
Presentasi Wisuda Putri

Dalam rangkaian acara Wisuda Madrasah Takhossus Lil Banat Ke-24, Maftuhah, salah satu wisuda putri menyampaikan opininya terhadap hal yang sedang viral di dunia maya tentang banyaknya kesalahan dalam membaca Al-Qur’an yang dibawakan oleh seseorang yang dianggap ulama.

Padahal ulama tersebut sudah memiliki jamaah yang lumayan banyak. Seseorang yang dipanggil ulama oleh kebanyakan orang hendaknya sudah memiliki ilmu yang memumpuni.

Hal ini menjadi PR bagi santri yang sedang belajar di Pondok Pesantren sebagai generasi penerus agar melahirkan orang-orang yang kompeten.

Tidak bisa seseorang asal-asalan dalam membaca Al-Qur’an tanpa adanya guru yang mengajarinya membaca dengan baik. Tidak bisa pula sembarangan orang bisa menafsirkan Al-Qur’an tanpa memiliki dasar keilmuan yang kuat.

“Kita itu gak boleh asal dalam membaca Al-Qur’an apalagi kita menafsirkan Al-Qur’an tanpa bekal ilmu mufassir” ungkapnya dalam penyampaian saat presentasi wisuda.

Kemudian Maftuhah beserta rekannya Kiki melanjutkan pembahasan mengenai hadits musohhaf.

Acara Acara Wisuda Madrasah Takhossus Lil Banat Ke-24 ini berjalan dengan lancar kemudian dilanjutkan acara Haflah Khotimatul Qur’an Bil Hifdzi, Bin Nadzri, Dan Juz ‘Amma Bil Hifdzi pada siang harinya. (Lutfi/TimRedaksi)

Related Posts
Kempek Online
Media Informasi Pondok Pesantren Kempek

Related Posts

Posting Komentar